Menimbang Xiaomi 17: Apakah Kompak Premium Ini Layak Dibeli?

Xiaomi 17 hadir dengan baterai 7000mAh dan chipset terbaru. Simak perbedaan versi China vs global, performa gaming, dan kamera Leica.
Hp Xiaomi 17

Debat Xiaomi 17 versus iPhone 17 mungkin telah usai, tetapi pertanyaan sesungguhnya baru dimulai bagi ribuan pengguna di Indonesia, Eropa, dan negara lain yang akhirnya berhasil mendapatkan unit impor atau bersiap untuk peluncuran resmi. Di atas kertas, ponsel ini adalah monster performa dengan baterai 7000mAh yang tampaknya tak terkalahkan.

Namun, bagaimana rasanya hidup dengan Xiaomi 17 sebagai perangkat harian di luar ekosistem China? Artikel ini mengupas tuntas realitas kepemilikan Xiaomi 17, melampaui sekadar angka benchmark, untuk menjawab pertanyaan paling krusial: apa yang Anda dapatkan, dan yang lebih penting, apa yang mungkin Anda korbankan?

Global Version vs China Import Apa Bedanya?

Perbedaan paling mendasar yang harus dipahami calon pembeli adalah ketersediaan model. Xiaomi 17 Pro dan Pro Max dengan layar belakang dinamis tidak akan dirilis secara global. Hanya model standar dan Ultra yang dipasarkan di luar China. Ini merupakan kompromi global pertama yang harus diterima penggemar di Indonesia dan negara lain yang menginginkan varian tertinggi.

Perbedaan Baterai yang Signifikan

Kompromi terbesar terletak pada kapasitas baterai. Versi China dibekali baterai 7000mAh berkat teknologi battery dengan kandungan silikon hingga 16 persen, memungkinkan kapasitas besar dalam bodi 6,3 inci yang ringkas. Namun, bocoran dokumen resmi menunjukkan versi global hanya akan mendapatkan baterai 6330mAh, turun sekitar 10 persen dari versi domestik.

Penurunan ini terjadi karena regulasi Eropa dan Amerika Serikat yang lebih ketat terkait kapasitas maksimum sel baterai tunggal. Produsen terpaksa menggunakan desain berbeda untuk pasar tersebut agar tetap dapat mengirimkan produk mereka ke seluruh dunia. Meski demikian, kecepatan pengisian daya tetap dipertahankan pada 100W kabel dan 50W nirkabel dengan teknologi HyperCharge.

Aplikasi dan Layanan

Dari sisi perangkat lunak, versi global menjanjikan pengalaman yang lebih bersih. Versi China impor biasanya masih dibanjiri aplikasi lokal dan layanan yang tidak relevan di luar negeri. Kabar baiknya, versi global sudah terintegrasi penuh dengan Layanan Google Play tanpa perlu utak-atik sistem. Namun, pengguna versi China impor masih bisa menginstal Google Play secara manual, meskipun notifikasi kadang tidak bekerja optimal.

Varian Warna dan Memori

Versi global kehilangan opsi warna putih yang tersedia di China. Sebagai gantinya, Xiaomi menawarkan pilihan hijau tua. Dari segi memori, versi global hanya menyediakan dua opsi: 12GB/256GB dan 12GB/512GB. Sementara itu, pengguna di China bisa menikmati varian 16GB RAM dengan penyimpanan hingga 1TB.

Daya Tahan Baterai: Antara Klaim Pabrikan dan Penggunaan Sehari-hari

Klaim baterai 7000mAh pada versi China terdengar seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Namun, bagaimana performanya dalam skenario penggunaan nyata?

Uji Skenario Nyata

Pengujian independen menunjukkan hasil yang mengesankan namun tidak selalu sesuai klaim. Dalam uji coba yang dilakukan Xiaomi sendiri, ponsel ini mampu bertahan hingga 12 jam lebih dalam pemutaran konten terus-menerus, mengalahkan iPhone 17 yang hanya bertahan 5,6 jam sebelum kehabisan daya.

Untuk penggunaan campuran—termasuk Google Maps dengan GPS aktif, perekaman video 4K, dan media sosial seperti TikTok atau Instagram versi China dengan baterai 7000mAh mampu bertahan hingga dua hari untuk pengguna normal. Pengguna berat masih bisa melewati satu hari penuh tanpa mengisi daya.

Kecepatan Pengisian Dunia Nyata

Pengisian daya 100W bekerja sangat cepat. Dari 0 hingga 100 persen, waktu yang dibutuhkan sekitar 35-40 menit. Namun, suhu perangkat meningkat signifikan saat mengisi daya cepat, terutama jika digunakan bersamaan. Pengisian nirkabel 50W juga tersedia, meskipun membutuhkan charger proprietary untuk mencapai kecepatan maksimal.

Kompatibilitas Pengisi Daya

Satu poin positif yang patut diapresiasi adalah dukungan terhadap protokol PPS 100W. Ini membuat Xiaomi 17 kompatibel dengan berbagai merek charger di pasaran, tidak terbatas pada charger bawaan. Fleksibilitas ini jarang ditemukan pada ponsel China lainnya yang cenderung menggunakan protokol eksklusif.

Performa Gaming dan Penanganan Suhu

Xiaomi 17 menjadi salah satu ponsel pertama yang ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Namun, menjadi yang pertama tidak selalu berarti yang terbaik.

Performa Game Berat

Pengujian Genshin Impact dan Honkai: Star Rail dalam waktu lama menunjukkan hasil yang menarik. Xiaomi 17 mampu mempertahankan frame rate 60fps stabil dalam 15-20 menit pertama. Setelah itu, thermal throttling mulai bekerja, menurunkan performa sekitar 10-15 persen untuk menjaga suhu tetap terkendali.

Hasil benchmark menunjukkan skor AnTuTu mencapai 981.459 poin—hanya sekitar tiga persen lebih tinggi dari Vivo X200 Ultra yang menggunakan chipset tahun lalu. Skor Geekbench single-core dan multi-core juga tidak jauh berbeda dari kompetitor, berkisar antara 3.300 dan 10.200 poin.

Sistem Pendingin 3D Ringkasan

Xiaomi mengklaim sistem pendingin 3D Ringkasan mampu menjaga suhu lebih baik dari kompetitor. Pengujian membuktikan klaim ini sebagian benar. Saat digunakan di ruangan ber-AC (suhu 24°C), suhu maksimum setelah 30 menit gaming mencapai 41°C—masih dalam batas wajar.

Namun, saat digunakan di luar ruangan dengan suhu tropis 32°C, suhu bisa melonjak hingga 46°C pada bagian belakang ponsel. Throttling lebih agresif terjadi, menurunkan frame rate game berat hingga 50fps.

Spesifikasi Kamera

Kolaborasi dengan Leica telah menjadi ciri khas jajaran flagship Xiaomi. Pada Xiaomi 17, kamera kembali menjadi sorotan utama.

Kelebihan Kamera

Kamera utama 50MP menghasilkan foto dengan ciri khas Leica yang kontras dan kaya rasa. Foto hitam putih memiliki kedalaman emosional yang jarang ditemukan di ponsel lain. Fotografi makanan dan street photography menjadi area di mana kamera ini benar-benar bersinar. Warna yang "tasteful" dan dynamic range yang lebar membuat foto terlihat seperti hasil kamera saku premium.

Mode potret dengan lensa telefoto 75-100mm yang menggunakan sensor 200MP Samsung ISOCELL HPE menghasilkan detail luar biasa. File foto bisa mencapai 50-100MB, menyimpan informasi yang cukup untuk diedit lebih lanjut.

Kekurangan yang Masih Ada

Sayangnya, konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. White balance kadang tidak konsisten antar lensa, terutama saat berpindah dari kamera utama ke ultrawide. Dalam kondisi cahaya campuran, kamera kadang kesulitan menentukan white balance yang akurat.

Beberapa pengguna melaporkan performa yang kurang memuaskan dalam kondisi tertentu. Foto malam dengan sumber cahaya titik sering mengalami over-exposure meskipun sudah menggunakan mode malam. Pengguna juga melaporkan bahwa mode 200MP membutuhkan waktu pemrosesan hingga 40 detik per foto—terlalu lama untuk momen candid.

HyperOS 3 dan Super Island: Evolusi atau Gimmick?

HyperOS 3 hadir dengan pembaruan signifikan, termasuk fitur "Xiaomi Super Island" yang mirip dengan Dynamic Island milik Apple.

Implementasi Super Island

Super Island dirancang untuk menampilkan notifikasi dan aktivitas latar dalam bentuk pil hitam di sekitar kamera depan. Fitur ini bekerja cukup mulus dengan aplikasi bawaan seperti musik, timer, dan pengatur waktu. Namun, integrasi dengan aplikasi pihak ketiga masih terbatas. Aplikasi seperti Spotify atau Grab belum sepenuhnya mendukung fitur ini.

Yang menarik, Super Island mendukung hingga tiga "pulau" aktif sekaligus, memungkinkan pengguna melihat beberapa notifikasi bersamaan. Sayangnya, implementasi ini kadang terasa semrawut dan membingungkan saat terlalu banyak informasi ditampilkan bersamaan.

Kelancaran dan Stabilitas

HyperOS 3 secara umum terasa responsif dan bebas lag. Animasi halus pada 120Hz, dan manajemen RAM cukup baik dengan 12GB yang tersedia. Sistem mampu mempertahankan 15-20 aplikasi di latar tanpa perlu memuat ulang.

Namun, beberapa pengguna melaporkan bug minor pada versi awal. Notifikasi kadang tertunda beberapa detik, dan gesture navigasi sesekali tidak responsif. Pembaruan HyperOS 3.0.7.0 telah memperbaiki sebagian besar masalah ini, menambahkan fitur seperti peningkatan kamera 200MP dan konektivitas yang lebih baik dengan ekosistem Apple.

Pembaruan Software

Komitmen pembaruan masih menjadi tanda tanya. Xiaomi memiliki sejarah kurang konsisten dalam memberikan pembaruan tepat waktu. Model ini dijanjikan mendapat tiga pembaruan Android utama dan empat tahun patch keamanan. Namun, seberapa cepat pembaruan tersebut tiba masih harus dibuktikan.

Kesimpulan

Xiaomi 17 adalah puncak pencapaian teknologi Xiaomi dalam format kompak, tetapi bukan tanpa pengorbanan. Untuk pengguna di luar China, keputusan membeli bukan hanya soal memilih ponsel terbaik, tetapi juga tentang memilih antara inovasi terlengkap (dengan membeli unit China import) atau stabilitas dan dukungan purnajual (dengan menunggu versi global yang "dikurangi").

Ponsel ini adalah pilihan ideal bagi penggemar teknologi yang mendambakan performa dan baterai tiada tanding, asalkan mereka sadar akan kompromi regional yang harus diterima.

Pada akhirnya, Xiaomi 17 membuktikan diri sebagai "kompak premium" yang mengesankan, namun juga sebagai pengingat bahwa pasar global tidak selalu mendapatkan paket yang utuh. Bagi mereka yang menginginkan pengalaman terbaik tanpa kompromi, unit China import mungkin tetap menjadi pilihan dengan segala risiko yang menyertainya.

Gadget HP Flagship HyperOS 3 Kamera Leica Perbandingan HP Review Review Hp Review Xiaomi 17 Spesifikasi Hp Teknologi Terbaru Xiaomi
Gabung dalam percakapan
Posting Komentar
komentar teratas
Terbaru dulu
Daftar Isi
Tautan berhasil disalin.