--> Skip to main content

Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat

Golongan Orang Yang Berhak Menerima Zakat - Golongan atau orang-orang yang berhak menerima zakat ada 8 macam (al-ashnaf al-tsamaniyyah)

Yang disebutkan di dalam al-Qur'an yaitu; fakir, miskin, amil, mu'allaf, budak, gharim, sabilillah, dan ibnu sabil.

Golongan Yang Menerima Zakat

Berikut ini rinci-rincian golongan orang yang berhak menerima zakat berdasarkan hukum islam beserta macam dan tugas amil zakat

Gambar Zakat

1. Fakir Miskin

A. Fakir ialah orang yang tidak memiliki harta atau mata pencaharian yang pantas yang bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari baik itu sandang, papan dan pangan.

B. Miskin ialah orang yang mempunyaai harta atau mata pencaharian namun tak mencukupi.

Perlu diketahui bahwa pengangguran yang bisa bekerja dan ada lowongan tugas halal yang dan pantas namun tak ingin bekerja dikarenakan enggan, bukan termasuk juga fakir/miskin.

Sedangkan para santri yang dapat bekerja namun tak pernah bekerja lantaran kesibukan mencari ilmu kalau kiriman belum mencukupi maka para santri termasuk juga fakir/miskin.

Catatan : berkenaan perbedaan antara fakir dan miskin; Jika gaji di bawah separuh dari kepentingan maka termasuk juga fakir, kalau pendapatan di atas separuh dari kepentingan maka termasuk juga miskin.

Perlu disebutkan di sini bahwa Fuqara' dan masaakin yang cakap bekerja mereka diberi aset bekerja cocok dengan bidangnya.

Dan bagi mereka yang cakap berdagang diberi aset berdagang dan bagi yang bisa dibidang pertukangan, sehingga dikasih bekal buat membeli alat-alat pertukangan.

Sedangkan yang tak cakap bekerja sehingga dikasih bekal buat memperoleh tugas seperti dikasih aset utk membeli ternak atau pekarangan buat dijadikan upah yang mencukupi keperluan.

Dalam perihal ini, amil juga boleh memberi mereka dalam bentuk barangnya.

2. Mu'allaf

Golongan orang yang berhak menerima zakat selanjutnya adalah Mu'allaf atau lengkapnya al-mu'affalah qulubuhum yakni orang yang mengupayakan dilunakkan hatinya.

Memberikan zakat pada mereka dgn harapan hati mereka jadi lunak dan loyal pada agama Islam.

Menurut madzhab Syafii mu'allaf ada empat macam; mula-mula, orang yang masuk Islam sedangkan kelunakannya kepada Islam tetap dianggap lemah seperti masihlah ada perasaan asing di kalangan sesama muslim atau merasa terasing dalam agama Islam

ke-2, mu'allaf yang memiliki pengaruh di kalangan komune atau masyarakatnya maka bersama diberinya zakat ada angan-angan menarik simpati masyarakatnya untuk masuk Islam

ke3, mu'allaf yang dikasih zakat dgn maksud supaya menopang kaum muslim buat menyadarkan mereka yang tak mengeluarkan zakat (mani' al-zakat), dan keempat, mu'allaf yang dikasih zakat dgn maksud supaya musuh-musuh Islam tak menyerang orang orang muslim.

3. Mukatab

Mukatab ialah budak yang melaksanakan transaksi bersama majikannya berkenaan kemerdekaan beliau dgn cara mengeridit dan transaksinya dianggap sah, dan ini juga termasuk golongan orang yang berhak menerima zakat.

4. Gharim

Gharim yaitu beberapa orang yang memiliki beban hutang terhadap orang lain.

Hutang tersebut ada kalanya beliau pergunakan utk mendamaikan dua group yang betikai, atau hutang utk membiayai kebutuhannya sendiri dan tak bisa membayarnya, dan atau hutang dikarenakan menanggung hutang orang lain.

5. Sabilillah

Sabilillah yakni beberapa orang yang berperang di jalan Allah SWT dan mereka tak meraih upah resmi dari negeri biarpun mereka tergolong beberapa orang yang tajir.

Menurut madzhab Syafi'ie sabilillah tertentu bagi mereka yang berperang diatas.

Sementara ada yang berpendapat bahwa termasuk juga sabilillah merupakan segala sesuatu yang jadi alat kebaikan adalam agama seperti pembangunan madrasah, masjid, rumah sakit Islam dan jalan raya atau seperti para guru dan kiai yang berkonsentrasi mengajarkan agama Islam terhadap warga.

(Lihat dalam Jawahir Al-Bukhari, Al-Tafsir Al-Munir, Qurrah Al-A'in Al-Malikiyah)

6. Ibnu Sabil

Ibnu Sabil ialah musafir yang akan bepergian atau yang sedang melintasi tempat adanya harta zakat dan membutuhkan bekal perjalananm menurut Syafi'iyah dan Hanabilah.

Catatan : Pertama, perlu didapati bahwa dalam pemberian zakat kepada al-ashnaf al-tsamaniyah di atas masing-masing jenis (grup) minimal tiga orang.

Dan kedua, seluruh grup di atas diberi sesuai dengan kebutuhannya; fakir miskin dikasih secukupnya untuk keperluan selama satu tahun, gharim dan mukatab dikasih secukupnya utk membayar tanggungannya,

Sabilillah dikasih secukupnya untuk keperluan dalam peperangan, ibnu sabil dikasih secukupnya hingga ke negerinya, mu'allaf dikasih dgn pemberian yang bakal membuat maksud yang sesuai dgn macam-macamnya mu'allaf diatas,

Sedangkan amil dikasih sesuai dengan gaji pekerjaannya.

Amil zakat, Syarat-syarat beserta tugas-tugasnya

Yang dimaksud dengan amil zakat ialah panitia atau tubuh yang dibentuk oleh pemerintah yang diberi tugas untuk menangani masalah zakat dengan segala persoalannya.

Ada sekian banyak syarat yang dipenuhi dalam diri amil adalah

  1. Beragama Islam
  2. Mukallaf (telah baligh dan berakal)
  3. Merdeka (bukan budak)
  4. Adil dengan pengertian tak sempat melaksanakan dosa besar atau dosa kecil secara terus-terusan
  5. Sanggup melihat
  6. Mampu mendengar
  7. Laki laki
  8. Mengerti pada tugas-tugas yang jadi tanggung jawabnya
  9. Tak termasuk juga ahlul-bait atau bukan keturunan Bani Hasyim dan Bani Muththalib
  10. Bukan mawali ahlul-bait atau budak yang dimerdekakan oleh golongan Bani Hasyim dan Bani Muththalib.

Sedangkan tugas-tugas yang diamanatkan terhadap amil zakat ialah sbg berikut

Tugas-tugas Amil Zakat

  • Menginventarisasi (mendata) beberapa orang yang wajib mengeluarkan zakat.
  • Menginventarisasi beberapa orang yang mempunyai hak menerima zakat
  • Membawa dan menyatukan zakat.
  • Mencatat harta zakat yang masuk dan yang dikeluarkan.
  • Memastikan ukuran (sedikit dan sebanyak) zakat.
  • Menakar, menimbang, menghitung porsi mustahiqqus zakat
  • Menjaga keamanan harta zakat
  • Membagi-bagikan harta zakat kepada mustahiqqin / orang yang berhak menerima zakat.

Mengingat bahwa tugas-tugas yang sudah disebutkan di atas tidak mungkin dilakukan oleh satu orang atau dua orang,

Melainkan dari masing-masing pekerjaan mesti ada yang menangani dengan cara khusus sehingga ada sekian banyak macam amil cocok dengan tugas-tugasnya.

Macam-macam Amil Zakat

  1. Orang yang membawa dan menyatukan harta zakat.
  2. Orang yang mengetahui beberapa orang yang mempunyai hak menerima zakat.
  3. Orang yang membagi-bagikan zakat.
  4. Tukang takar, tukang nimbang, dan orang yang menghitung zakat
  5. Orang yang mengkoordinir pengumpulan beberapa orang yang wajib zakat dan yang mempunyai hak menerima.
  6. Orang yang memastikan ukuran (sedikit sejumlah) zakat.
  7. Pegawai keamanan harta zakat.
  8. Sekretaris

Demikian lah ulasan mengenai orang yang berhak menerima zakat semoga bermanfaat

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar